Ada satu tempat di Trawas yang membuatku jatuh cinta sejak pertama kali datang di Black Dew Café. Letaknya di Jalan Claket, Desa Cembor, Pacet, di perbatasan Trawas–Mojokerto. Di sini, udara pegunungan menyapa lembut, kabut tipis turun perlahan, dan aroma kopi berpadu dengan kesejukan alam. Tempat ini bukan sekadar café, tapi juga pelarian kecil dari hiruk-pikuk kota.
Begitu melangkah masuk, pandangan langsung disambut panorama Gunung Penanggungan dan Gunung Welirang yang berdiri megah di kejauhan. Saat sore tiba, langit berubah jadi kanvas jingga keemasan, dan setiap sudut terasa seperti karya seni alami. Black Dew punya area indoor dan outdoor , keduanya sama-sama menenangkan. Kalau kamu suka suasana segar dan pemandangan terbuka, area outdoor-nya wajib dicoba.
Interiornya sederhana tapi berkarakter: perpaduan kayu, batu, dan tanaman hijau yang menenangkan mata. Setiap meja seperti punya cerita, dan setiap sudutnya bisa jadi spot foto yang Instagramable banget . Datang sendiri untuk me-time, atau bareng teman buat ngobrol lama sambil menikmati udara dingin dua-duanya tetap terasa pas.
Nah, soal menu, Black Dew gak cuma jual suasana. Kopi di sini punya cita rasa khas, tapi yang paling bikin penasaran tentu makanan beratnya.
Coba deh Iga Bakar Black Dew dagingnya empuk, bumbunya meresap, dan porsinya pas buat ngisi perut setelah perjalanan panjang. Selain itu, ada juga Beef Yakiniku, Ayam Panggang, dan Bakmie Black Dew yang jadi favorit pengunjung tetap.
Kalau cuma pengen santai, kamu bisa pilih Dark Mocha, Jasmine Green Tea, atau camilan ringan seperti Mini Pao, Cheese Stick, dan Salad Buah. Harga makanan dan minuman di sini juga cukup bersahabat, mulai dari Rp8.000–Rp25.000 aja cukup murah untuk suasana seindah ini!
Waktu terbaik buat ke sini? Menurutku sore menjelang malam. Langit berubah warna, kabut mulai turun, dan lampu-lampu café menyala lembut menciptakan suasana hangat dan romantis. Kadang juga ada live music di akhir pekan, bikin suasana makin hidup tanpa kehilangan ketenangan khas pegunungan.
Satu catatan kecil, kalau datang siang hari mungkin agak panas di area outdoor jadi lebih nyaman kalau datang pagi atau sore. Tapi justru cahaya alami di jam-jam itu bikin fotomu makin aesthetic.
Black Dew bukan cuma tempat nongkrong, tapi tempat buat recharge diri. Di sini, waktu terasa melambat. Kamu bisa duduk diam, menatap langit, menyeruput kopi hangat, dan membiarkan pikiranmu tenang. Kadang, kita cuma butuh tempat seperti ini untuk sadar kebahagiaan sering datang dari hal-hal kecil.
Black Dew Café di Trawas adalah salah satu dari hal kecil itu — sederhana, tapi meninggalkan rasa yang sulit dilupakan.
📍 Info Singkat
📌 Lokasi: Jalan Claket, Desa Cembor, Pacet, Mojokerto
🕒 Jam buka: 09.00 – 21.00 WIB
💰 Harga: Mulai Rp8.000 – Rp25.000
The Hungry Journey – exploring taste, culture, and stories one bite (and one sip) at a time.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar